Dengkuran Kecil Rama

Anak mendengkur? Tentu banyak ibu-ibu dan orang tua jaman dulu yang menganggap hal ini biasa, bahkan cenderung menggemaskan. Padahal sebenarnya kita harus tetap waspada.

Belakangan ini Rama suka mendengkur kecil saat tidur. Awalnya aku dan suami ketawa aja denger suaranya, tapi lama kelamaan kok udah bukan dengkuran kecil lagi ya?? Jadi kayak suara ngoroknya orang dewasa?? *panic mode: ON*. Dan seperti biasa maksud hati pengen dapet pencerahan dan tambahan ilmu dari orang tua malah mereka nanya balik ke kita. Alhasil ngubek-ngubek bareng mbah Google lagi deh.

Nemu satu website yang namanya Baby Health & Safety yang kebetulan punya pembahasan mengenai infant snoring. Sebelumnya juga pernah baca-baca *gak inget sumbernya apa..maaf ya* bahwa ternyata penyebab bayi mendengkur itu bisa karena tiga hal: faktor keturunan, alergi atau pilek. Sebelumnya dicoba jelasin dulu deh apa itu dengkuran? Jadi mendengkur itu terjadi karena adanya udara yang masuk melalui lubang udara yang terlalu kecil di hidung dan tenggorokan. Jika kita sebagai orang tua merasa punya kebiasaan mendengkur saat tidur, maka si kecil pun bisa jadi memiliki kecenderungan yang sama.

Alasan yang kedua, yaitu alergi. Untuk menghindari anak terus mendengkur kita harus lebih teliti dan aktif dalam menjaga anak. Diantaranya: memastikan tidak ada debu, jamur, atau semacamnya dalam ruang tidur anak, gunakan pembersih yang non-toxic, hindari penggunaan soft toys. Nah lho…mainan Rama gimana donk?? *langsung sibuk ubek-ubek tempat tidur*.

Alasan yang ketiga, bisa jadi dengkuran disebabkan karena anak sedang flu/demam (cold). Jadinya disekitar hidung dan tenggorokan banyak slem.

Di situs Baby Health & Safety ini dibilangin agar orang tua memastikan apa-apa saja yang memicu alergi anak, bila penyebabnya karena demam sebaiknya anak dimandikan dengan air hangat *Rama selalu pake air anget…bingung* dan yang terakhir usahakan untuk menidurkan anak sebelum mereka merasa exhausted. Karena saat anak kelelahan cenderung saluran pernapasan mereka jadi sedikit terganggu, akhirnya mendengkur deh.

Hmmm…kayaknya alesan demam udah bisa dicoret dari kamusnya Rama. Tinggal mastiin sebenernya Rama ngorok karena alerginya kumat atau karena keturunan. Yah…yang pasti meski gak terlalu berbahaya kita tetep harus lapor ke DSA nya. Jadi inipun bakalan di noted sama mamanya Rama, biar bisa dikasih penjelasan sama dr. Sander.