What’s in My Diaper Bag

IMG_7196

Having a newborn means going back to the old routine of regular changing diapers and night shift and other bits and bops. Even though it sounds tiring, but I love it. And with that said, comes the return of my old time friend, the diaper bag. This time though, I’m not using the usual diaper bag like I did last time with Rama. I used this airwalk backpack that has enough room and storage for me to bring the essentials and I don’t end up looking like someone who brings her diaper bag (even though it is).

With just one and a half months old, I’ve already taken Naomi with us to pick-up the older brother and waited in the school yard for at least two to three hours top. We sometime also take her on our weekly groceries shopping because honestly speaking this baby can’t go too far from her milk (aka. mum’s breast).

Therefore, a proper diaper bag is needed just in case a blow out happened while we were out and about. Thus, here are the list of item that I bring with me:

  • Changing mattress, this actually comes together from the diaper bag given by my sister but since it was too bulky I ended up just taking the mattress and a small handy bag that comes with it.
  • Small handy bag that is easily cleaned and matched the changing mattress. I use this to put the nappy cream, warm oil, hand sanitizer and baby cologne.
  • Disposable diapers. I usually bring four to six of them because you never know when an emergency will happen.
  • Hand and mouth wipes
  • Dry tissue
  • Spare clothes, consist of onesie, legging, bibs and socks.
  • Muslin cloth for when you need to burp the baby or just wiping of some milk off her face.
  • A small container filled with wet cotton balls for wiping the baby bum. I tried using the conventional diaper wipes for a couple of times on her, but her bum turns so red and she feels uncomfortable. So the midwife at my hospital suggest me to bring wet cotton balls in a container instead. Since then, no more rash and anxiety meltdown from her or me.
  • A good quality fabric of nursing apron, because I could never go out and about without it and flash my boobs while nursing the baby. It’s just not comfortable for me.
  • And some mum stuff: my wallet, card holder, phone, a small notebook with a pen and a lipstick for when I need a little touch up.

IMG_7192

So that’s about it, the things I bring with me in my diaper bag. I wonder if there’s anything else that I forgot and that you could share with me.

Advertisements

Love Your Skin During Pregnancy

Di usia kandungan yang sudah memasuki minggu ke-24 mulai ada beberapa perubahan nyata yang juga ikut diperhatikan oleh teman-teman kantor dan keluarga dekat. Diantaranya baby bump yang semakin besar dan terkadang cenderung menonjol di satu sisi atau bagian perut tertentu saja, serta kondisi kulit yang semakin kering dibanding hari-hari sebelumnya.

Malu kadang untuk mengakui kulit yang mulai ber-metamorfosis seperti kulit kadal (untungnya gak sampai bersisik). Mengganggu dan gatal, khususnya jika kekeringan itu ada di sekitar area perut, wajah dan tangan. Ketiga area tadi adalah yang paling banyak mengalami perubahan. Kulit perut melebar karena baby bump yang semakin besar, sementara kulit wajah dan tangan mengering akibat perubahan hormon dan juga efek selalu berada di ruangan full AC hampir seharian penuh.

Namun seperti yang mungkin sudah diketahui mommies lain, bahwa penanganan atau treatment untuk ibu hamil tidak bisa disamakan dengan yang lainnya. Ada baiknya kita lebih aware dengan produk-produk yang kita pakai terutama yang berhubungan langsung dengan kulit saat hamil. Ada beberapa artikel di dunia internet yang bisa kita jadikan referensi, namun secara singkat beberapa tips yang sudah dirangkum berikut ini mungkin bisa membantu preggy mommies lainnya:

  1. Look for any product with paraben free label. My current pick is the St. Ives Nourishing Vanilla Body Wash. Selain baunya yang harum, formulanya begitu lembut di kulit serta bebas dari bahan pengawet.
  2. Use organic facial skin treatment. Untuk yang satu ini aku sendiri gagal sebenernya, karena terkecoh kalimat “odor and colour free” akhirnya beli produk yang dikira aman untuk ibu hamil, ternyata banyak kandungan bahan kimianya *gloomy*.
  3. Aim for less, or better yet deodorant free. Pasti banyak mommies yang mengernyitkan dahi atau tidak menyetujui kalimat aku barusan, tapi deodorant yang ada  dipasaran itu sebenarnya kurang sehat untuk kita (preggers or not). Yang pernah aku denger sih, dikategorikan berbahaya karena pemakaian deodorant yang langsung pada lubang/kelenjar keringat yang ada di ketiak. Padahal ketiak kita itu pori-porinya hampir selalu terbuka, namun dengan menggunakan deodorant kita secara tidak langsung memasukkan ingredients yang tidak natural itu kedalam badan. But honestly, nowadays nobody goes out of the house without using that particular product. Sebenernya ada satu produk pengganti yang bentuknya seperti kristal namun terbuat dari unprocessed salt dan konon katanya produk itu berhasil menghilangkan bau tida sedap yang keluar dari tubuh. Tapi produk itu masih belum tersedia secara umum di Indo bahkan mungkin diseluruh dunia, kalaupun ada yang jual mungkin harganya akan jauh lebih mahal dari deo pada umumnya. Untuk itu, mungkin kita bisa mengakali penggunaan deo dengan lebih ramah pada tubuh. Pilih dengan baik jenis deonya, dan sebisa mungkin tidak menggunakannya secara berlebihan.
  4. Moisturize your skin, love your skin mommies. Nah, kalo yang ini aku suka banget nih. Saat ini ada beberapa produk yang aku pakai untuk memenuhi kebutuhan kulit. Untuk mengurangi rasa gatal di perut akibat kulit yang melar, aku beli jojoba oil massage yang dijual mom n jo. Efektif lho mengurangi rasa gatal dan kulit terasa lebih halus. Sebenarnya jojoba oil ini bisa dipakai diseluruh tubuh, tapi untuk area lain selain perut rasanya lebih suka yang ada wanginya. Untuk itu, theBodyShop’s Argan Oil Body Butter and Body Scrub jadi andalan. Selain baunya wangi, body butter lebih cocok memenuhi nutrisi kulit yang lebih kering.

So, are you ready for a night of pamper and treat your skin the best?

image
image

Staying in JS Luwansa Hotel and a visit to Kota Kasablanka

During the holiday season, my little family had decided to spend the long weekend staying at our favourite hotel named JS Luwansa. The hotel is located in Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Kuningan, Jakarta. It is our third time staying in the hotel and is absolutely by far our favourite place in Jakarta.

We were warmly welcomed by the receptionist, who then told us that they are having their first anniversary and asked if we would like to join their charity event which we did. I always fancy staying in hotels, mainly because I love to play household while staying in and immediately unpack my belongings and put them in the hotel drawer as if it’s my new home. Well, for the mean time at least.

Staying here is a delight and I especially love the food. They are superb! My sister once had her wedding reception at this hotel and the food they provided was impressive. I especially loved the duck menu, so yummy that it made me drool just to think about it.

Funny thing though, Bowie and I noticed that we were given the same exact room number when we first came to this hotel. It’s as if we are really returning back to our home, hihihi.

At lunch, my mum and dad came to visit so we thought it will be nice to go out to Kota Kasablanka mall and dine out. Since Rama favor the Japan sushi dish, we went to eat at Sushi Tei before finally getting entertained with the mall Christmast attraction from Hungary. The Christmast Circus Carnaval acrobatic performance.

It was a breathtaking experience watching the performance but I was delighted to see the show, mall decorations and all.

DSC02314

DSC02318

DSC02320

DSC02324

DSC02328

DSC02330

DSC02334

DSC02341

DSC02357

DSC02370

DSC02372

DSC02377

DSC02378

DSC02383

DSC02386

Another holiday!

Loving May this year!

Gimana gak, pas akhir bulan Mei hari kerja jadi berasa kayak libur terus gara-gara libur nasionalnya selang seling (masuk-libur-masuk-libur). Hari ni kebetulan pas tanggalan merah lagi 🙂 so we decided to add some sports in today holiday.

Berhubung keluarga ini suka banget main air, jadilah kita berkunjung ke Cilandak Sports Center yang ada di Cilandak Town Square. Udah lama banget gak berkunjung ke sini, ternyata area swimming pool nya masih sama kayak dulu :’) jadi kangen masa-masa kecil waktu dulu di les-in berenang sama nyokap hehehe

For your information, entrance fee swimming pool areanya sekarang dikenakan charge IDR 40.000 per-orang baik dewasa maupun anak-anak (US$ 3.44/person). Tapi karena hari ini tanggalan merah, jadinya untuk anak-anak dikasih diskon lima ribu rupiah hahahaha lumayan lah yaa…Mungkin ada yang bingung kenapa ditulis harga dalam dolar segala, yah…siapa tau ada orang luar yang baca blognya trus kebetulan pengen tau berapa harga wahana sport center di Jakarta…that should give you some knowledge :p

Lanjut, si percil (julukan ku buat Rama), langsung semangat setelah kita ngurus admission di resepsionis. Dan langsung lonjak-lonjak girang begitu ngeliat swimming pool *hahaha ekspresi wajahnya excited and worried both at the same time*. My advice, if you want to take your kids here better do it early morning or after 10am. Karena poolnya peeeenuuh kayak diisi cendol! Soalnya banyak anak-anak yang lagi latihan renang dan yang les bukan cuma 1-2 orang, tapi lebih dari 5 orang untuk 1 pengajar. Yup, just imagine the traffic while you’re swimming…get it? Busy pool. Not really my idea for a place to swim. But, since the goal was to make Rama more active and doing things outside the room so we just enjoy and play water instead hahaha.

Untungnya area pool anak-anak justru sepi, dan ada perosotan lengkap dengan water bucket yang bisa numpahin air ke kolam ketika bucketnya udah penuh. That’s the real fun! Rama enjoy banget kejar-kejaran di air dan ngumpet di pelukanku setiap kali water bucketnya penuh hahahaha si percil gak mau disiram air banyak-banyak rupanya 😀

And so there we were, the Wibowo Siregar family enjoying our playdate with the pool. Seneng banget liat Rama puas main air dari jam 7.30am sampe jam 10.00am, meskipun kulit jadi agak-agak makin eksotis niih karena “ramah”nya sinar matahari hehehe.

Next holiday enaknya ke mana ya?………kinda miss Bali *again* hahahaha

 

Reunian Kawan Lama

 Udah lama gak ketemuan sama temen-temen jaman SMA dulu, akhirnya Kamis minggu lalu disempetin deh ketemuan sebelom puasa dimulai.

Ternyata emang yah…waktu itu selain nambah umur juga nambah berat badan. Huahahaha 😀 soalnya waktu ketemuan kemarin itu ternyata kita semua jauh lebih berat dibanding jaman sekolah dulu. It was good to finally meet them back though 🙂 Soalnya friendship itu harus terus dijaga sampe tua nanti. Coz when you fell lonely, other than family you can always rely on your livehood friends.

Tadinya kita berencana ketemuan di Zenbu Senopati, tapi gak tau kenapa waktu Almira & Ratih sampe duluan ternyata Zenbu nya tutup *smoga gak permanent yah* Alhasil kita nyoba makan di Capital Grill yang lokasinya juga masih disekitar Senopati.

Tempatnya lumayan cozy, makanannya juga enak. Tapi yang paling berkesan sebenernya waktu ketemuan sama dua sejoli ini. Kangen berattt! Semua-semua diobrolin mulai dari kerjaan-gebetan mereka-keluarga pokonya semua deh.

Agak gak puas sih…soalnya karna kejebak macet PI-Senopati jadinya terbuang 1.5 jam sendiri di jalan. Maybe next time we can catch up again mates 🙂

Till our next meeting :-*

Black Period

Setelah akhirnya berusaha selalu nutupin masalah keuangan sama suami, akhirnya bulan kemarin I came clean juga. Dan sekarang jadinya aku harus mulai ngejalanin “Black Period”, suatu term yang biasa dipakai sama Ligwina Hananto ketika kita harus menjalani suatu phase where no shopping allowed. Intinya sih kayak lagi berkabung hehehe.

Untuk itu ada beberapa banyak hal yang musti dikurangin supaya bisa cepet memperbaiki keuangan dan keluar dari Black Period ini. Diantaranya: bawa bekel ke kantor, untungnya dirumah ada bibi sama mba yang siap sedia nyiapin makanan; mengurangi unnecessary travelling demi hemat BBM, soalnya jarak gak memungkinkan buat aku dan suami untuk naik mobil bareng jadi terpaksa menguranginya dengan efisien memilih rute perjalanan rumah-kantor-rumah atau rumah-klien-rumah; no magazine; no salon *tapi minggu ini udah keburu bikin janji sama temen hihihi*; make no stop for unnecessary groceries shopping, soalnya aku kalau udah nyampe Lotte Mart gitu-gitu suka gak nahan pengen beli ini-itu 😀 macam anak kecil ke toko mainin; dan terakhir…berusaha focus dengan tujuan Black Period ini!!

 Yaah..walaupun mungkin reality nya aku bakalan ngejalnin black period ini in slow-mo, I really hope that I could clear out the mess I’m making and start focusing on Rama’s needs. Me waf youw Wama-wamaa!!

November

Bulan ini keluarga kecil kami kena flu massal. Dimulai dari Rama yang tiba-tiba beler setelah dua hari sibuk beraktivitas di luar ruangan. Ya, beberapa waktu yang lalu kita sempet jalan-jalan ke Taman Safari. Keliatannya dia seneeeng banget. Soalnya belum pernah ngeliat binatang segitu banyaknya dari jarak deket. Abis acara jalan-jalan itu dua hari kemudian kita ke rumah opung utinya di Jatiasih — kita lagi stay di rumah eyang — ngerayain ultah opung kakungnya. Hari itu acara silaturahmi nya berlangsung seharian di tutup dengan makan malam di restoran favorit keluarga, Sari Bungo. Oooh…hampir lupa, paginya Rama ikutan nganter eyang nya berangkat haji. Dan itu pagi-pagi banget kegiatannya.

Alhasil karena kecapekan langsung deh Ramanya beler…sekarang setelah hampir seminggu belernya Rama udah mau sembuh. Gantian deh papa-mama nya plus mbak Nur sama mbak Ida nya yang ketularan. Gak tanggung-tanggung, auntie nya yang kebagian jaga Rama sepulang kuliah jadi ikutan mulai ketularan pilek..hihihihi

Hari ini pun aku tepar di rumah, setelah kemarin maksain diri masuk kerja gara-gara dikejar klien. Untungnya hari ini bisa ijin istirahat…

Karena ngerasa maraknya virus flu di mana-mana, kayaknya penting deh kalo hari ini kita bahas gimana cara terbaik mencegah tertular/terkena flu.

sumber: kompas

Ada 6jurus untuk mencegah flu — lengkapnya baca langsung di webnya Kompas, di situ ada 10 jurus lengkap, ya.. 🙂

1. Vaksin; untuk karyawan kantoran mungkin udah terbiasa denger. Kalo di kantor aku sih setiap tahunnya kita dikasih vaksin influenza gratis — tapi aku gak pernah berani –Katanya kalo kita di vaksin lumayan bisa meningkatkan daya tahan tubuh setidaknya 6bulan – 12 bulan kedepan. Side effect: bisa demam, mual dan pusing setelah di inject.

2. Jauhin paparan dingin secara terus menerus; terlalu sering berada di ruangan ber-AC plus udara di luar yang udah dingin kian bisa bikin kita gampang masuk angin. Ujung-ujungnya jadi kena flu deh. Bagusnya setiap kali mau mandi kita pakai air hangat, minum minuman yang hangat dan kurangin kontak langsung dengan segala sesuatu yang terlalu dingin.

3. Perkuat tubuh; untuk menghadapi cuaca yang dingin, tubuh kita memerlukan lebih banyak nutrisi dan vitamin agar tidak kalah dengan virus influenza. Oleh karena itu sebaiknya kita mulai mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan baik untuk dikonsumsi setiap hari. Kayaknya enak juga makan krim sup asparagus atau zuppa sup sambil nonton film di Star World setelah sampai rumah.

4. Hindari tempat ramai; we can never tell if one them already catch a cold. Apalagi kita punya anak bayi usia 10 bulan begini. Seharusnya gak terlalu sering ngajak Rama ketempat-tempat yang terlalu ramai ya… 😦

5. Basuh tangan; terutama setelah keluar dari rumah. Who knows what germs already jumps to our hands

6. Berkumur; ini harus diajarkan ke anak juga ya. Terutama di cuaca yang kurang bersahabat kayak di bulan November begini.