Rambut Mulai Rontok? Karena Anak Main Ludah Tuh…

Alis langsung naek begitu ada yang bilang kayak gitu. Ini pengalaman pribadi lho…salah satu tante suamiku bilang, begitu anak mulai suka maen ludah otomatis rambut pasti pada rontok. Oke…baru denger. Tadinya sempet mengira si tante bersugesti. Tapi kok tahu-tahu pas Rama mulai makin sering drooling rambut aku juga jadi makin banyak yang rontok. Bahkan saking banyaknya sampai ngerasa lama-lama bisa botak *ketok-ketok meja, amit-amit jangan sampe kejadian*

Keselnya lagi pas ketahuan jadinya si tante makin meyakini konsep rambut rontok disebabkan oleh anak yang suka main ludah. Duh…gak bisa dibiarin nih. So, karena aku penasaran dijabanin lah acara ubek-ubek internet di sela waktu kosong. Meski ada beberapa artikel soal rambut rontok di masa menyusui, tapi kayaknya yang paling detil yang di situsnya kellymom. Aku coba translate dan ringkas sebisanya ya…

Jadi sebenarnya rambut kita itu punya dua fase, growth dan resting. Pada umumnya rambut kita berada di fase growth (pertumbuhan) normal, akan tetapi diwaktu kita sedang hamil faktor hormonal banyak mempengaruhi perubahan di tubuh sang Ibu. Dalam hal ini hormon menyebabkan pertumbuhan rambut yang jauh lebih cepat. Jadi terkadang sang Ibu mempunyai rambut yang lebih tebal dibandingkan biasanya. Tapi kondisi ini hanya sementara. Karena setelah tumbuh, rambut tersebut masuk ke fase resting yang disusul dengan shedding (perontokan) dan regrowth (tumbuh kembali).

Nah…masa perontokan ini sebenarnya sudah dimulai semenjak bayi kita lahir. Akan tetapi saat dimana rambut kita lebih banyak rontok biasanya dimulai pada saat bayi berusia 1-6 bulan dengan rata-rata mengalami diusia anak 3 bulan. Pada usia 3 bulan inilah *kalau kita perhatiin bener-bener* masa dimana si anak mulai sering main ludah. Dan pada saat ini juga bila kita memiliki rambut yang lebih tebal di masa kehamilan, atau rambut yang panjang maka akan mengalami kerontokan yang paling parah.

Fase ini seharusnya akan kembali normal ketika sang anak berusia 12 bulan. Jadi jika moms ada yang ngerasa masih juga ngalamin kerontokan dahsyat padahal sang anak sudah berusia lebih dari 12 bulan, sebaiknya diperiksakan saja.

Berdasarkan situs kellymom dan parentsdotcom, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kerontokan. Diantaranya:

  • Mencoba potongan rambut yang berbeda. Kalau rambutnya panjang sebaiknya di potong lebih pendek. Jangan takut berkreasi. Gak perlu harus pakai rambut model bob yang monoton. Ajak stylist untuk brain storming. Pasti nemu ide untuk mengakali model rambut pendek.
  • Jangan lupa gunakan conditioner atau leavein setelah mencuci rambut.
  • Ganti kebiasaan membelah rambut. Jika biasa dibelah ke arah samping kanan, coba arah sebaliknya.
  • Gunakan ornamen rambut. Kayaknya yang satu ini perlu deh. Beli headband di mana ya yang bagus…??

Well…sekarang kan sudah jelas kenapa rambut new mom cenderung rontok di usia anak 3-6 bulan. Jadi gak perlu lagi deh percaya sama mitos-mitos orang jaman dulu. Tapi sebenernya kalau dipikir-pikir orang jaman dulu lumayan obserfativ ya. Buktinya mereka tahu kalau di usia segitu rambut ibunya pasti rontok. Cuman yang masih kurang dipahami sama mereka yaitu tadi…penjelasan secara ilmiahnya.

Sekarang daripada ngakalin anak untuk berhenti drooling mending mulai baca-baca tentang teething. Karena dari yang pernah aku baca, salah satu ciri anak yang mau teething itu anak cenderung sering ngiler. Mungkin nanti dibahas berikutnya aja ya. J

Tinggal Dua Bulan Lagi…

…Sebelum Rama akhirnya memulai perkenalan pertamanya dengan makanan pendamping selain ASI dan Sufor (MPASI/MPASU). Demi menghindari lack of knowledge seperti awal-awal menyusui kemarin, sekarang aku sudah mulai menjelajah internet untuk mencari informasi seputar MPASI/MPASU. Dan karena Rama punya bakat alergi, jadinya emang musti lebih hati-hati untuk pemilihan makanannya nanti.

Berhubung di keluarga aku dan suami gak ada yang punya sejarah ngerawat bayi dengan alergi, alhasil aku coba buka-buka situs kayak wholesomebabyfood, parenting, dan kellymom. Yang paling banyak ngebantu sih yang pertama, soalnya disitu kita juga bisa periksa makanan-makanan apa yang sebaiknya dihindari atau dikenalkan belakangan ke anak yang punya alergi. Sejauh ini dsa-nya Rama belum kasih tahu ke kita apa alerginya, dan masih curiga seputar alergi makanan saja. Mudah-mudahan sih bukan alergi obat atau makanan yang parah-parah amat ya nak…

Dari hasil browsing ke tiga situs tadi, plus ubek-ubek beberapa blognya mamas yang pinter-pinter jadi mulai dapet pencerahan soal MPASI ini. Boleh ditambahin lho kalau ada yang kurang, yaitu:

  • Selalu ingat bahwa proses pengenalan makanan ini harus dilakukan secara bertahap. Dari makanan yang memiliki tekstur mendekati ASI/Sufor, hingga yang paling solid.
  • Sebaiknya proses pengenalan ini dimulai pada saat baby berusia 6 bulan. Kenapa? Karena pada usia ini sistem pencernaan baby sudah sempurna. Pemberian makanan solid pada usia kurang dari 6 bulan akan berdampak pada masalah pencernaan di kemudian hari. Bahkan anak tante aku yang sewaktu usia 5 bulan sudah diperkenalkan sama pisang langsung mencri-mencri bo’…emang ya, tiap anak itu beda-beda. Meski katanya anak di kampung udah dikasih bubur nasi plus pisang penyet dari mulai usia 4 bulan and they seems to be perfectly healthy, gak semua anak bisa kayak gitu bu. Pelan-pelan dikenalinnya, jangan menggebu-gebu *kok jadi gw yang sewot ya?*
  • Ikut aturan “tunggu 4 hari”. Maksudnya sewaktu kita ngasih makanan ke baby, jangan diganti-ganti setiap harinya. Tapi ditunggu sampai 4 hari baru mulai dicoba kasih jenis makanan yang berbeda. Buat apa? Tujuannya untuk mengetahui apakah si anak punya alergi sama makanan tertentu. Kalau untuk Rama kayaknya aturan ini musti di jalanin, tapi di tolerir jadi 3 hari aja kali ya?? Secara mama nya aja waktu masih disuruh diet alergi trus harus makan yang sama selama 4 hari langsung koit *bosen nya bukan maen* jadi untuk anak mending dicoba 3 hari aja. Cukup kok. Kan efek dari alergi akan langsung keliatan dalam 1×24 jam.
  • Kenalkan anak dengan sayuran lebih dulu baru mulai kasih buah-buahan. Nah…untuk yang satu ini masih agak bingung. Soalnya, di situs yang satu bilang lebih baik kasih sayuran duluan yang notabene punya rasa lebih plain dibanding buah. Supaya anaknya terbiasa makan sayur dan nantinya gak suka pilih-pilih makanan. Tapi situs yang satu lagi bilang, mending dikasih buah duluan. Karena ASI/Sufor itu kan manis, jadi biar anaknya mau makan dikasih yang rasanya manis dan mendekati rasa ASI. :/ jadi bingung…
  • Pisahkan cooking utensils untuk baby dan RT. Ini penting, untuk ngejaga kesterilan alat masak dan kehigienisan makanan yang kita kasih ke baby. Gak mau kan anak kita jadi sakit atau mencri-mencri gara-gara alat masak nya gak steril??

Keliatannya sepele ya, cuma ada empat poin yang aku tulis di atas. Tapi sebenernya itu baru basic knowledge aja. Untuk lebih mendalamnya mending baca wholesomebaby deh. Di situ bener-bener jelas bahkan sampe dijabarin juga makanan apa saja yang merangsang alergi dan sebaiknya dihindari atau seenggak nya ditunda dulu. Ternyata buah-buahan berry dan kelapa juga merangsang alergi. Pantesan saja Rama beberapa waktu yang lalu langsung beruntusan kepalanya. Rupanya dia gak tahan sama santan yang dimakan mama nya 😦 maaf ya nak…mama kurang teliti baca list nya.

Sambil liat-liat info soal MPASI/MPASU, aku mulai browsing-browsing juga untuk perlengkapan MPASI nya nanti. Ternyata yang diperluin lumayan banyak. Dan karena sudah disebut tadi kalau alat masaknya gak boleh dicampur sama alat masak RT, jadinya kudu mulai belanja sama suami nih 😀 Hehehehe *shopping-aholic mode : ON*…nanti aku kasih tau deh apa-apa saja yang lagi aku incer dan apa-apa saja yang sebenernya diperluin untuk kesuksesan MPASI *terutama buat working mom kayak aku nih..* pengennya yang nyiapin makanan untuk Rama nanti tetep aku. Yah…walaupun BS nya Rama tetep diajarin juga, jadi just in case ada alang melintang jadi masih bisa di cover sama dia.

In the meantime…it’s almost lunch time. Lagi-lagi perut langsung kruyuk-kruyuk kebayang nasi ayam kremes di kantin lantai dua. Hmmm…apa makan nasi + sayur dan tempe mendoan aja ya? Hehehehe 😀 selamat menikmati hari Kartini semuanya…! *besok libuurrr* 🙂 yeeeyyy*