Black Period

Setelah akhirnya berusaha selalu nutupin masalah keuangan sama suami, akhirnya bulan kemarin I came clean juga. Dan sekarang jadinya aku harus mulai ngejalanin “Black Period”, suatu term yang biasa dipakai sama Ligwina Hananto ketika kita harus menjalani suatu phase where no shopping allowed. Intinya sih kayak lagi berkabung hehehe.

Untuk itu ada beberapa banyak hal yang musti dikurangin supaya bisa cepet memperbaiki keuangan dan keluar dari Black Period ini. Diantaranya: bawa bekel ke kantor, untungnya dirumah ada bibi sama mba yang siap sedia nyiapin makanan; mengurangi unnecessary travelling demi hemat BBM, soalnya jarak gak memungkinkan buat aku dan suami untuk naik mobil bareng jadi terpaksa menguranginya dengan efisien memilih rute perjalanan rumah-kantor-rumah atau rumah-klien-rumah; no magazine; no salon *tapi minggu ini udah keburu bikin janji sama temen hihihi*; make no stop for unnecessary groceries shopping, soalnya aku kalau udah nyampe Lotte Mart gitu-gitu suka gak nahan pengen beli ini-itu 😀 macam anak kecil ke toko mainin; dan terakhir…berusaha focus dengan tujuan Black Period ini!!

 Yaah..walaupun mungkin reality nya aku bakalan ngejalnin black period ini in slow-mo, I really hope that I could clear out the mess I’m making and start focusing on Rama’s needs. Me waf youw Wama-wamaa!!

Advertisements

2 thoughts on “Black Period

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s